Doa

Doa Ketika Melihat Ka’bah dan Apa Dalilnya

271Views

Melihat Ka’bah secara langsung adalah sebuah kebahagiaan, kesyukuran, kenikmatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata, bahkan ketika jika kita melihat langsung itu adalah pertama kalinya, pastilah kita menetskan air mata karena keAgungan Allah SWT .

Karena dengan melihat langsung artinya kita menjadi hamba Allah yang sedang dipanggil Allah SWT untuk menunaikan ibadah Haji atau Umroh. Pastilah hal ini menjadi impian setiap umat Islam dimanapun berada.

Lalu apa yang di ucapkan ketika itu …. ?

Tentu saja kita tertegun dan kagum akan kebesaran Allah Yang menciptakan Ka’bah ini. Yang tiada hari tanpa ada yang tawaf disekitarnya, maka saat melihat Ka’bah hendaknya kita berdoa.

Adapun Doa yang dibaca ketika kita melihat Ka’bah, Dalam kitab Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri menyebutkan :

Imam Syafi’i meriwayatkan dalam musnadnya dari Ibnu Juraij, bahwa Nabi Muhammad ﷺ jika melihat Ka’bah, maka beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa: 

روى الشافعي في مسنده عن ابن جريج أنّ النبيّ صلى الله عليه وسلم كان إذا رأى البيت رفع يديه، وقال: 
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ وَاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan wa ta‘dzîman wa takrîman wa mahâbatan wa zid man syarafahu wa karamahu mim man hajjahu awi’tamarahu tasyrîfan wata’dzhîman watakîman wabirran.

Artinya:
(Ya Allah, tambahkan lah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya diantara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan).”

Namun hadist diatas dikomentari oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab al-Talkhis:

وهو معضل فيما بين ابن جريج والنبي صلى الله عليه وسلم

Ini termasuk riwayat mu’dhal antara Ibnu Juraij dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (at-Talkhis al-Habir, 2/526).

Menurut Al Imam Ibnu Hajar Hadist ini Ini termasuk riwayat mu’dhal (dua rawi atau lebih gugur, red) ntara Ibnu Juraij dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)

Namun setelah meriwayatkan diatas Imam Asy Syafi’i mengatakan bahwa, memgangkat tangan ketika melihat Ka’bah bukan sesuatu yang yang disunnah kan atau Makruh , maka tidak mengapa jika melakukan hal ini.

Redaksi dar kitab (Imam Abdurrahman al-Mubârakfûri, Tuhfatu al-Ahwadziy bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi, Syirkah al-Quds, Kairo, cetakan kedua tahun 2013, juz 3, halaman 48)

lalu bagaimana dengan hukum doa tersebut sedangkan dalil hadistnya mu’dhal? maka dapat disimpulkan dari kandungannya saja kita dapat melihat bahwa doa itu baik untuk kita amalkan. 

Kesimpulannya adalah…

Diperbolehkan membaca Doa ini ketika melihat Ka’bah namun tidak boleh meyakini bahwa ini bagian dari sunnah Nabi SAW. (Wallahu a’lam.)

Leave a Reply